Selamat datang di Leira Buah Tropis...Berkebun Bersama Ariel...GO GREEN INDONESIA!!!

Monday, 28 December 2015

Gulma - Pencuri Laba Di Bawah Tajuk

Postingan ini adalah artikel yang saya tulis di Majalah TRUBUS 545, edisi bulan April 2015 dengan topik utama tentang GULMA, tanaman pengganggu yang tidak dikehendaki keberadaannya karena merugikan tanaman utama











Tepat gunakan herbisida kunci mengendalikan gulma secara efektif

Berapa kerugian pekebun mangga akibat kehadiran gulma ? Dosen di jurusan Agronomi, Universitas Gadjah Mada, Dody Kastono, mengungkapkan potensi kerugian pekebun akibat gulma mencapai 40-60%. Sebagai gambaran produktivitas pohon mangga dewasa mencapai 300 kg buah per panen. Akibat gulma, pekebun hanya memanen 120 kg alias rugi 180 kg. Dengan harga minimal Rp 5.000 per kg maka pekebun kecolongan Rp 900.000.
Itu baru satu pohon, jika lahan pekebun sehektar dengan populasi 100 pohon, kerugian mencapai Rp 90juta, sebuah angka yang fantastis. Faktanya serangan gulma terhadap tanaman tahunan lebih berbahaya. Pada tanaman semusim, efek persaingan dengan gulma segera terlihat sehingga penanggulangan lebih cepat. Namun, pada tanaman tahunan seperti mangga, proses persaingan lambat dan tak kasat mata. Tahu-tahu produktivitas melorot 60%.


Alelopati

Pekebun wajib mewaspadai kehadiran gulma. Tanaman yang tidak dikehendaki keberadaannya itu bersaing dengan tanaman utama saat menyerap air, unsur hara, sinar matahari dan tentu saja ruang tumbuh. Akibatnya biaya produksi membengkak. Dari jenisnya, gulma dibedakan menjadi gulma rumput, gulma teki, dan gulma daun lebar. Gulma mempunyai daur hidup berbeda. Ada gulma semusim atau setahun, gulma dua tahun, dan gulma yang hidup dalam siklus tahunan.
Dari bentuk daunnya, gulma dapat dapat digolongkan menjadi dua yaitu gulma berdaun sempit seperti "putri malu" dan gulma berdaun lebar misalnya "bandotan". Kehadiran gulma kerap diikuti serangan hama penyakit lantaran menjadi inang. Biji-biji gulma berpotensi mengotori hasil produk pertanian sehingga pekebun perlu biaya tambahan untuk membersihkannya.
Fakta yang masih jarang diketahui masyarakat, beberapa gulma bisa menyebabkan alergi pada manusia ketika terkena tepung sari bunganya. Ada pula gulma yang bersifat "alelopati" yaitu menghasilkan zat yang mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Pengendalian paling sederhana dengan cara mekanis atau mencabut gulma secara langsung. Teknisnya bisa menggunakan sabit, cangkul, hingga alat berat di lahan luas
Upaya untuk menggemburkan tanah sekaligus merusak vegetasi gulma di bagian atas tanah, selanjutnya, pengendalian dengan menggenangi lahan. Namun penggenangan hanya cocok untuk tanah-tanah yang tergolong ringan atau tanah pasiran, bukan tanah berat dengan porositas buruk.
Penutup tanah atau mulsa juga lazim mencegah pertumbuhan gulma. Mulsa itu bisa berupa plastik hitam perak atau tanaman keluarga kacang-kacangan. Pemanfaatan tanaman anggota famili Fabaceae sebagai "mulsa", pekebun mendapat manfaat lain yaitu bertambahnya pasokan nitrogen. Unsur hara itu berasal dari bakteri Rhizobium sp. yang berada di bintil akar tanaman kacang-kacangan.
Pekebun kerap menempuh upaya lain, yakni penggunaan bahan kimia atau herbisida. Agar hasil efektif, perlu alat penyebar yang baik dan pengetahuan tentang herbisida itu. Namun banyak ragam gulma menuntut penggunaan banyak herbisida sekaligus. Berdasarkan sistem kerjanya, ada dua jenis herbisida yaitu sistemik dan kontak. Herbisida sistemik menimbulkan efek luas pada seluruh sistem tumbuhan gulma. Gejala kematian gulma akan tampak 1-2 pekan pasca aplikasi.


Efisien

Sementara herbisida kontal bersifat merusak membran sel, sehingga menimbulkan efek bakar dan akhirnya mematikan bagian-bagian gulma yang terkena herbisida secara langsung. Dari sifat kimia terdapat herbisida organik dan anorganik. Adapun jenis herbisida berdasarkan waktu aplikasi adalah herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh. Herbisida juga ada yang bersifat selektif yang artinya mematikan jenis gulma tertentu saja dan herbisida non selektif yang mematikan hampir semua jenis gulma termasuk tanaman utamanya
Agar penggunaan herbisida tepat sasaran pekebun juga wajib tahu bahan aktifnya. Contoh herbisida berbahan aktif "triazin" mengendalikan gulma dengan menghambat proses fotosintesis. Bahan aktif "amitrol" bersifat menghambat pernafasan atau respirasi gulma, sementara bahan aktif "tiokarbonat" menghambat proses perkecambahan biji-biji tanaman pengganggu tersebut.
Penggunaan herbisida sangat menguntungkan karena hemat waktu dan biaya. Pekebun rata-rata menghabiskan herbisida 100 ml dalam sekali semprot menggunakan sprayer dengan biaya sekitar Rp 6.500. Larutan itu mampu mengendalikan gulma seluas 350 meter persegi. Ditambah biaya tenaga kerja Rp 6.000 per tangki sprayer, maka total biayanya menjuadi Rp 12.500 per 350 meter persegi. Jika dikonversi pada lahan sehektar, maka total biaya hanya Rp 357.000. Bandingkan dengan cara mekanis, untuk biaya tenaga kerjanya saja sudah sangat tinggi.
Meski efisien dan menguntungkan untuk pekebun, penggunaan herbisida harus terpadu untuk mencegah dampak residu bahan kimia. Jika berlebihan, bahan itu bisa meracuni tanaman, memunculkan resistensi gulma tertentu dan merusak lingkungan. Oleh karena itu, tepat memilih jenis herbisida, dosis, waktu dan cara aplikasi adalah langkah bijaksana untuk meminimalisir dampak itu.




8 comments:

artikel anda sama persis dg http://www.menanam.id/2015/12/gulma-pencuri-laba-di-bawah-tajuk.html

This comment has been removed by the author.

Terimakasih infonya min,ijin share tips cantik sehat tanpa efek samping.Bagi anda yang mempunyai masalah kulit wajah seperti jerawat,komedo,biang keringat, dll.Bisa disembuhkan dengan beauty water dan strong acid.Dengan Cara yang mudah dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.Adapun cara memakai beauty water yaitu dengan menyemprotkan nya saja ke kulit anda.Walaupun berbahan dasar 100% air,namun manfaat beauty water sangat banyak.Beauty water dapat digunakan sebagai obat jerawat,biang keringat,dan masalah kulit lainya.

Terima kasih gan infonya sangat membantu sekali. ditunggu artikel selanjutnya
VIMAX |
OBAT PEMBESAR PENIS |
ALAT BANTU SEX |
VIAGRA |
CELANA HERNIA |
ALAT BANTU SEX |
SEX SHOP |

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More