Selamat datang di Leira Buah Tropis...Berkebun Bersama Ariel...GO GREEN INDONESIA!!!

Friday, 25 October 2013

Media Tanam Tabulampot


Media tanam tabulampot dengan komposisi 1 bagian tanah sedang + 1 bagian pupuk kandang + 1 bagian sekam segar


Salah satu topik yang paling sering ditanyakan oleh pembaca blog ini yang menelepon atau mengirim email ke saya adalah bagaimana cara membuat media tanam untuk tabulampot ?, beberapa di antara mereka mengeluhkan problem pertumbuhan tanaman yang sangat lambat, tanaman yang terlalu cepat layu meski sering disiram, media tanam yang mengeras meski sering didangir, dan sebagainya.
Jika hal ini ditanyakan ke nursery tempat orang biasanya memperoleh sarana untuk menanan dan berkebun, maka jawaban tiap nursery akan berbeda-beda, karena mereka mempunyai kebiasaan sendiri untuk memformulasi media tanam untuk tanaman yang mereka jual, di sisi lain komposisi media tanam tersebut tentu saja akan berbeda antara untuk tanaman yang dikoleksi sendiri dengan tanaman yang dipajang untuk dijual. Media tanam untuk tanaman yang akan dijual biasanya dibuat seringan mungkin dengan mengurangi jumlah tanah dan memperbanyak proporsi bahan lainnya seperti sekam, cocopeat, cocofiber, cocoblock, kompos kasar dedaunan, serbuk arang, pecahan arang, serbuk kayu hasil gergajian, serta serasah tanaman (cincangan akar, ranting, dan daun). Tujuannya tentu saja adalah efisiensi untuk menekan biaya per satuan jumlah bibit serta memperingan bobot tanaman secara keseluruhan agar memudahkan dalam proses pengiriman ke tempat atau daerah yang jauh, bahkan pengiriman antar pulau.
Media tanam tabulampot sebaiknya harus dilihat dalam konteks bahwa media tanam harus bisa memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga pada akhirnya media tanam harus bisa memberikan dukungan secara fisik, kimia, maupun biologis. Dukungan fisik adalah kemampuan media tanam dalam memberikan ruang tumbuh optimal bagi akar, menyediakan proporsi pori makro bagi penyediaan air/lengas tanah serta proporsi pori makro bagi penyediaan oksigen untuk pernafasan akar. Keadaan ideal seperti ini hanya bisa terjadi jika dilakukan modifikasi terhadap struktur tanah. Struktur mampat pada tanah harus dimodifikasi agar struktur menjadi lebih remah (crumb), sementara struktur tanah lepas harus dimodifikasi juga agar menjadi lebih remah sehingga bisa “dipegang” oleh akar tanaman. Secara kimiawi, media tanam juga harus memberikan dukungan dengan kemampuaannya menerima, mengikat dan melepaskan unsur hara alami yang dikandungnya maupun penambahan unsur hara yang diberikan dalam bentuk pupuk, baik organik maupun anorganik. Dan yang terakhir adalah dukungan biologis media tanam yang diwujudkan dalam bentuk tersedianya ruang tumbuh yang optimal bagi kehidupan mikrobia-mikrobia tanah untuk menjalankan aktifitas kehidupan dalam membongkar bahan atau senyawa organik di dalam media tanam. Hasil akhir dekomposisi bahan atau senyawa organik adalah berupa hara-hara yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Jika melihat ukuran pot yang terbatas, media tanam harus dibuat subur secara fisik, subur secara kimia dan tentu saja subur secara biologis agar keterbatasan volume dalam pot tersebut mampu memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ketiga kesuburan tersebut bisa diperoleh dengan memodifikasi media tanam dengan mencampurkan beberapa bahan dengan proporsi tertentu. Berdasarkan pengalaman, saya biasa membuat media tanam dengan 3 bahan utama, yakni tanah, pupuk kandang, dan sekam padi.
Di Indonesia yang beriklim tropis, variasi jenis tanah menjadi sangat banyak dengan kandungan fraksi tanah dan tingkat kesuburan yang berbeda. Fraksi penyusun tanah terdiri dari fraksi lempung yang bersifat liat (sehingga sering disebut sebagai tanah liat), fraksi debu yang mudah terdispersi oleh air, serta fraksi pasir pada tanah-tanah yang berdekatan dengan gunung berapi aktif. Kandungan fraksi lempung, fraksi debu, dan fraksi pasir pada setiap jenis tanah tentu saja berbeda-beda. Ada jenis tanah yang dominan berisi fraksi lempung (biasanya berwarna hitam, kehitaman, merah, merah kecoklatan), dominan berisi fraksi debu (berwarna coklat muda, coklat kekuningan), serta tanah dengan fraksi pasir yang dominan (berwarna hitam keabuan). Dari beragam jenis tanah yang berbeda-beda kandungan fraksi penyusun tanahnya, ditemukan beberapa jenis tanah dengan komposisi lempung, debu, dan pasir yang seimbang. Tanah –tanah dengan komposisi seimbang ini relatif lebih mudah jika dijadikan campuran media tanam, namun ketersediaannya hanya terbatas di daerah-daerah tertentu saja. Yang paling mudah adalah menggunakan tanah setempat yang berasal dari daerah sekitar tempat tinggal kita. Sebagai panduan sederhana, gunakan panduan warna tanah yang ada di sekitar kita untuk melihat tingkat kesuburannya secara visual. Semakin tua warna tanah maka semakin tinggi tingkat kesuburan kimianya karena tanah-tanah tersebut tergolong tanah yang sudah mengalami perkembangan yang lanjut selama jutaan tahun, demikian pula sebaliknya.
Pupuk kandang sebagai komponen kedua bisa diperoleh dari kotoran ternak seperti sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, maupun kelinci. Kotoran ternak unggas tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai komponen pencampuran karena sifatnya yang gampang sekali memadat dan membuat media tanam menjadi keras saat media tanam kekurangan air dalam waktu panjang. Kotoran dari ternak unggas hanya disarankan untuk diberikan sebagai penutup (topping) pada bagian atas media tanam, itupun dalam jumlah yang terbatas. Gunakan pupuk kandang yang sudah terurai (matang) secara alami dari kandang ternak atau pupuk kandang yang sengaja difermentasikan (didekomposisikan) menggunakan mikrobia pengurai (decomposer) yang lazim dibuat oleh peternakan besar untuk memanfaatkan kotoran ternak sebagai hasil samping. Pupuk kandang yang matang secara alami (dalam jangka waktu relatif lama) maupun yang sengaja didekomposisikan (dalam jangka waktu singkat) mempunyai rasio Carbon/Nitrogen rendah, kurang dari 20, sementara kotoran ternak segar pada umumnya mempunyai rasio C/N lebih dari 40. Semakin tinggi rasio C/N, semakin berbahaya penggunaan pupuk kandang tersebut bagi tanaman karena pada kondisi tersebut, proses dekomposisi pupuk kandang masih berlangsung, Bakteri menguraikan carbon dari dalam pupuk kandang  dengan mengambil nitrogen sebagai sumber energi utamanya. Jika pupuk kandang masih segar atau setengah matang digunakan sebagai bahan pencampur media tanam, maka dalam proses dekomposisi yang masih berlangsung tersebut, bakteri pengurai akan menggunakan semua nitrogen yang terkandung dari dalam pupuk kandang, serta mengambil nitrogen dari sumber-sumber lainnya, yaitu dari campuran tanah di dalam media tanam. Sementara jika proses dekomposisi belum juga selesai, maka bakteri pengurai akan mengambil nitrogen dari dalam tanaman sehingga nitrogen akan keluar dari dalam sel-sel, dimulai dari sel-sel daun pada bagian ujung tanaman. Keluarnya nitrogen dari dalam sel ini disebut dengan istilah plasmolisis yang menimbulkan gejala seperti daun terbakar (burning) di bagian tepi menuju ke bagian tengah daun. Itu sebabnya, sebagian orang memberi istilah “pupuk panas” untuk menjelaskan fenomena tersebut. Dalam kondisi parah, tanaman akan mengering dan mati total karena hampir semua sel-sel tanaman mengalami plasmolisis, sementara pada kondisi ringan hingga sedang, daun yang terbakar akan gugur, namun tanaman akan pulih dengan memunculkan tunas-tunas baru kembali, meski proses pemulihannya akan berlangsung cukup lama. Jika menggunakan pupuk kandang yang dibeli, pastikan bahwa pupuk kandang tersebut tidak berbau, berwarna coklat kehitaman, serta remah dengan kandungan kadar air yang cukup rendah. Jika pupuk tersebut dijual dalam kemasan plastik, pastikan bahwa di labelnya tertera angka rasio C/N kurang dari 20. Penggunaan pupuk kandang pada media tanam bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik media tanam dengan mengubah struktur tanah berat menjadi lebih remah, sementara pada tanah-tanah ringan, pupuk kandang berfungsi untuk mengikat fraksi penyusun tanah yang mudah terpecah, menjadi bentuk dengan struktur yang lebih kuat. Hasil dekomposisi pupuk kandang mampu memasok hampir semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, dan pemberian pupuk kandang pada media tanam berarti memperkaya kandungan mikrobia yang bermanfaat pula bagi tanaman. Kandungan hara yang terkandung pada pupuk kandang bervariasi dari daerah dan waktu yang berbeda, jenis ternak serta ransum atau pakan yang dikonsumsi oleh ternak, namun perbedaan kandungan haranya kurang nyata, umumnya berada dalam kisaran yang hampir sama.
Komponen ketiga adalah sekam padi yang banyak sekali terdapat di seluruh penjuru tanah air, khususnya di sentra-sentra produksi padi. Sebagai bahan organik yang cukup lambat urai, sekam adalah pilihan terbaik sebagai salah satu komponen penyusun media tanam tabulampot, terlebih jika dikaitkan dengan ketersediaannya yang melimpah, harga yang relative sangat murah, dan penggunaannya dalam media tanam menyebabkan total berat media tanam menjadi lebih ringan sehingga selain berfungsi untuk menunjang pertumbuhan tananam, tabulampot juga menjadi lebih mudah dipindah-pindahkan sesuai dengan kebutuhan. Penambahan sekam padi pada media tanam tabulampot lebih berujuan untuk memperbaiki porositas (kemampuan meneruskan air) sekaligus memodifikasi jumlah pori makro maupun pori mikro dalam media tanam. Modifikasi pori ini adalah wujud akhir dari kombinasi antara jenis tanah, jumlah pupuk kandang, serta jumlah sekam yang digunakan untuk membuat media tanam, semakin berat tanah yang digunakan maka semakin banyak jumlah sekam yang digunakan, demikian sebaliknya. Sekam segar relatif lebih mudah didapatkan dibanding sekam bakar yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Hindari penggunaan sekam yang berasal dari pengolahan padi yang belum lama dipanen karena pada umumnya masih mengandung biji padi yang lolos dari proses penggilingan, dan jika sekam ini digunakan sebagai campuran media tanam akan memunculkan banyak tunas-tunas padi yang akan berkecambah beberapa hari setelah sekam digunakan. Selain itu, sekam baru ini umumnya masih mengandung banyak pecahan beras yang jika berada dalam kondisi basah di dalam media tanam akan menjadi substrat bagi pertumbuhan jamur. Contoh sederhana adalah saat merobek polybag tanaman yang hendak di-repotting, sering terlihat miselia jamur berwarna putih di bagian bawah atau samping media tanam yang diselubungi oleh akar. Pilih sekam yang berwarna agak kusam sebagai tanda bahwa sekam tersebut berasal dari proses penggilingan padi yang sudah lama. Jika sekam bakar tersedia dalam jumlah banyak, kombinasikan sekam segar dan sekam bakar sebagai bahan campuran, dan untuk mendukung estetika tabulampot, sekam bakar yang dicampur pupuk kandang halus dapat digunakan sebagi topping setebal 2-3 cm pada bagian atas media tanam. Topping tabulampot seperti ini akan terlihat lebih bagus dan rapi dibanding topping yang terbuat dari sekam segar. Namun terkadang ketersediaan sekam bakar relatif lebih sulit karena dibutuhkan proses tambahan untuk mengubah sekam segar menjadi sekam bakar, maka untuk topping dapat dibuat dengan menaburkan pupuk kandang halus secukupnya di bagian atas media tanam. Sekam bakar sendiri sebenarnya adalah arang sekam yang dibuat dari sekam segar dengan proses sederhana, Tidak ada keunggulan nyata jika membandingkan sekam bakar dengan sekam segar, selain keunggulan sterilitasnya yang lebih baik.


Ayo membuat media tanam tabulampot

3 komponen utama penyusun media tanam tabulampot beserta bahan pendukung lainnya

Siapkan 3 bahan utama penyusun media tanam, yaitu : tanah, pupuk kandang, dan sekam segar. Perbandingan volume 1:1:1 (bukan perbandingan berat). Perbandingan volume tanah adalah 1 bagian karena pada contoh foto di atas digunakan tanah sedang dengan komposisi fraksi lempung, debu, dan pasir yang seimbang. Tanah yang digunakan pada contoh di atas adalah tanah jenis Andosol dari lereng gunung Merbabu, Jawa Tengah.

Jangan lupa untuk menambahkan sedikit kapur dolomit atau kapur pertanian (sebanyak 2 sendok teh) untuk menjaga pH tanah sekaligus memberikan asupan kalsium yang baik bagi proses pertunasan tanaman buah yang baru dipindah ke dalam pot, serta sedikit insektisida berbahan aktif carbofuran (Furadan/Currater) sebagai bahan untuk mensterilkan tanah dari hama-hama tanah, khususnya cacing nematoda. Dosis yang digunakan adalah 1/2 sendok teh untuk media tanam sebanyak 25-30 liter
 


Aduk semua bahan agar bercampur dengan sempurna dan tambahkan sedikit air agar campuran media tanam menjadi lebih mudah dan kompak


Anjuran komposisi untuk pembuatan media tanam adalah sebagai berikut :

1. Jika tanah yang digunakan tergolong tanah berat dengan kandungan fraksi lempung yang tinggi sehingga bersifat sangat liat, maka anjuran komposisi media tanamnya adalah 1 bagian tanah dicampur dengan 1 bagian pupuk kandang (sapi/kambing/kerbau/kelinci) dan 3 bagian sekam segar atau sekam bakar atau kombinasi sekam segar dan sekam bakar (perbandingan volume 1:1:3). Jangan sekali-kali menggunakan abu sekam untuk campuran media tanam karena dalam kondisi jenuh air, kombinasi tanah berat dengan abu sekam akan menghasilkan efek melumpur (seperti lumpur) yang justru mengganggu drainase (pengatusan) air dan aerasi (pengudaraan) dalam media tanam. Tanah berat tergolong tanah yang miskin pori, baik pori makro maupun pori mikro, dan karena kandungan fraksi lempungnya yang tinggi, maka kemampuan ikat airnya sangat tinggi, dengan kata lain, tanah mampu menyimpan air dengan sangat baik disertai dengan drainase (pengatusan) yang buruk. Dalam kondisi seperti ini, pertumbuhan akar akan terhambat akibat adanya penggenangan air dalam tanah. Penambahan pupuk organik bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah agar tanah menjadi lebih remah (crumb) dan akar bisa tumbuh dengan leluasa, sementara penambahan sekam padi bertujuan untuk memperbaiki porositas tanah, menambah jumlah pori makro untuk meneruskan kelebihan air dalam tanah (fungsi pengatusan air) serta menambah jumlah pori mikro untuk menyimpan oksigen (fungsi aerasi atau fungsi pernafasan bagi akar) 



2. Tanah-tanah sedang dengan komposisi fraksi lempung, debu, dan pasir yang seimbang, umumnya relatif ideal dijadikan media tanam tabulampot, namun tetap perlu dimodifikasi agar menjadi lebih ideal untuk digunakan sebagai media tanam dalam jumlah yang terbatas dalam pot agar ideal untuk pertumbuhan akar di bagian bawah serta manifestasi pertumbuhan tanaman yang sehat di bagian atas. Campurkan merata 1 bagian tanah sedang , dengan 0,5 hingga 1 bagian pupuk kandang, dan 1 atau 2 bagian sekam (perbandingan volume 1: 0,5: 1 atau 1:1:2), disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang berbeda antar tanaman yang satu dengan tanaman lainnya. 



3. Tanah dengan fraksi pasir yang dominan, digolongkan sebagai tanah ringan karena mudah diolah, baik itu tanah dalam keadaan basah apalagi dalam keadaan kering. Tanah jenis ini umumnya terdapat di daerah di sekitar gunung berapi yang masih aktif, biasanya miskin akan kandungan bahan organik, strukturnya sangat remah cenderung rapuh, komposisi pori makro yang sangat tinggi dibanding jumlah pori mikronya, sangat mudah meneruskan kelebihan air, dan miskin kandungan unsur hara nitrogen. Karenanya, jika dibuat sebagai media tanam tabulampot, tanah jenis ini harus diperbaiki sifat-sifat fisikanya, sifat kimianya dan sifat biologinya dengan mencampurkan 1 bagian tanah dengan 2 bagian pupuk kandang, dan 1 bagian sekam (perbandingan volume 1:2:1), atau tergantung kebutuhan dilihat dari sumber tanahnya, apakah tanah diperoleh dari daerah yang tergolong subur atau kurang subur. Penambahan bahan organik seperti pupuk kandang sekaligus akan memperbaiki sifat fisika tanah (memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah), sifat kimia (menambah kandungan unsur hara organik makro dan mikro) serta memperbaiki sifat biologinya (meningkatkan jumlah dan jenis mikrobia tanah) 


Ciri utama media tanam yang baik adalah tidak gampang memadat meski telah digunakan dalam kurun waktu cukup lama, dan media seperti ini hanya dapat diperoleh dengan cara memodifikasi media tanam dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita dan mudah untuk mendapatkannya. Jika ragu dalam membuat media tanam, khususnya kualitas fisiknya, lakukan tips berikut : 

ambil segenggam media tanam yang telah dibuat dan dalam keadaan lembab (sedikit basah), lalu kepal dengan kuat dalam genggaman tangan. Jika saat genggaman tangan dibuka dan gumpalan media tanam pecah (Jawa : ambyar), itu berarti komposisi media tanam telah ideal secara fisik. Namun jika saat genggaman tangan dibuka dan media tanam tetap berada dalam kondisi menggumpal, berarti diperlukan penambahan sekam segar atau sekam basah dalam jumlah secukupnya agar komposisi ideal media tanam dapat terbentuk sebagaimana telah dicontohkan sebelumnya.   

Penggunaan media tanam tabulampot dengan komposisi yang ideal akan sangat menunjang pertumbuhan akar menjadi lebih optimal, akar dapat tumbuh dengan leluasa karena mendapatkan suplai oksigen dan air dalam jumlah memadai, dan dalam kondisi pertumbuhan optimal tersebut, akar dapat menjalankan fungsinya untuk menyerap air dan hara-hara yang diperlukan dari dalam media tanam untuk disinergikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Berikut adalah ilustrasi persiapan penanaman tanaman buah dalam pot pasca pembuatan media tanam





Siapkan pot (contoh adalah foto pot berdiameter 50 cm), tutupi semua lubang drainase di bagian bawah dengan menggunakan bahan tipis dan rata (contoh adalah bahan pecahan eternit bangunan) yang berukuran 3-4 kali lebih besar dari pada ukuran lubang. Jika tidak terdapat pecahan eternit, bisa menggunakan pecahan kaca, pecahan genteng, maupun pecahan keramik lantai, yang penting permukaannya rata yang berfungsi untuk menutup lubang drainase pot. Tidak perlu khawatir air (siraman maupun air hujan) tidak akan mengalir dan teratus dengan sempurna meski lubang ditutup dengan rapat. Kelebihan air siraman pada media tanam akan mengalir ke bawah melalui sisi samping lubang yang tertutupi oleh pecahan eternit, mengikuti gaya gravitasi bumi (proses kapilarisasi). 



Taburkan sekam segar, sekam bakar, atau campuran keduanya setebal 2-3 cm di bagian dasar pot, yang berfungsi sebagai alas media tanam sekaligus penyaring air siraman yang terlalu banyak. Pemberian sekam sebagai alas pot sangat baik bagi media tanam agar tidak memadat pada bagian bawah akibat frekuensi penyiraman yang tinggi, berfungsi sebagai saringan yang sangat baik, memberikan ruang tumbuh yang baik bagi akar terbawah serta sangat memudahkan jika tanaman hendak dicabut dari pot untuk keperluan penanaman di lahan maupun repotting ke dalam pot yang berukuran lebih besar. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan pecahan styrofoam (gabus) pada bagian bawah sebagai penutup atau alas bagian bawah pot karena berpotensi menjadi sarang semut



Masukkan media tanam yang telah dibuat sebelumnya, dengan volume atau ketinggian media tanam yang disesuaikan dengan ukuran bibit yang ingin ditanam. Ratakan media tanam dan tekan-tekan permukaannya ke arah bawah agar media tanam menjadi sedikit lebih padat/kompak dan tidak menurun permukaannya beberapa waktu kemudian akibat penyiraman



Siapkan pula bibit yang hendak ditanam di dalam pot



Robek plastik polybag yang membungkus bibit, buang media tanam lama yang terlihat tidak terikat oleh volume akar. Jika diperlukan, potong akar yang tumbuh tidak beraturan dan rapikan kembali media tanamnya sebelum bibit dimasukkan ke dalam pot



Masukkan bibit ke dalam pot, atur letaknya agar seimbang dan proporsional dari segala arah, lalu masukkan sisa media tanam sambil ditekan-tekan pada semua sisi agar bibit terjepit dengan baik dan berdiri tegak dengan sempurna, tidak miring ke kiri maupun ke kanan



Berikan topping pada bagian atas dengan mengganti sekam segar menjadi sekam bakar (jika ada), semata-mata agar tampilan bagian atas terlihat lebih rapi. Komposisi campuran media tanam untuk topping tersebut sama persis dengan komposisi campuran media tanam di bawahnya. Jika tidak tersedia sekam bakar, gunakan campuran sebelumnya yang menggunakan sekam segar
 
Siram air ke atas permukaan media sambil sedikit ditekan-tengan dengan tangan agar media memadat dan mencengkeram bibit dengan baik dan menghindari bibit yang akhirnya miring akibat media yang menurun permukaannya pada sisi tertentu karena air siraman

Tinggi maksimum media tanam yang disarankan adalah 5 cm dari permukaan pot dan tinggi permukaan tersebut akan menurun seiring dengan jalannya waktu karena semua pupuk kandang yang digunakan akan habis terurai, demikian pula volume sekam akan menyusut akibat proses pelapukan 



Tabulampot siap untuk diletakkan di tempat yang diinginkan dan sebaiknya letaknya berada pada tempat yang mendapat penyinaran penuh oleh sinar matahari, setidaknya selama 10 jam per hari, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna

Penyiraman hanya diberikan dalam jumlah secukupnya, sekedar membasahi media tanam dan tidak dianjurkan untuk menyiram dengan volume air berlebih. Kelebihan air secara terus menerus akan menyebabkan terjadinya leaching (pencucian) media tanam yang terlihat dengan mengalirnya air dalam jumlah banyak beberapa saat setelah penyiraman. Kelebihan air siraman tersebut akan membawa serta kandungan hara organik maupun anorganik yang terdapat dalam media tanam. Pencucian intensif akan mempercepat kehilangan kesuburan media tanam. Jika pot berdiameter 30 cm hingga 40 cm cukup diberi ai siraman sebanyak 1 hingga 1,5 liter setiap proses penyiraman dilakukan. Sementara pot berdiameter 50 hingga 60 cm cukup disiram dengan 2 liter air

SELAMAT MENCOBA

36 comments:

Urian yang panjang, menarik, dan sangat bermanfaat :)...

Untuk tanah gambut termasuk kategori berat, sedang atau ringan Pak ?

sangat bermanfaat sekali artikelnya pak,, walaupun saya tidak mengembangkan tambulampot, tetapi artikel ini sangat menambah pengetahuan saya tentang pembibitan tambulampot.
Terima kasih....

informasi yang ditulis, mudah dipahami, bahasanya gak jelimet, bikin gak bosen2 baca dari artikel satu ke lainnya. ditunggu tulisan2 berikutnya pak (y)

penjelasan'y mudah di pahami, dan menambah wawasan bagi newbie... Semoga bermanfaat mas wiwik...

Artikelnya sangat bermanfaat, trims

Sip.. selalu Inspiratif dan sangat detail sehingga mudah dicerna dan tentunya siap di praktekan..

dimasukin cacing tanah aja biar gembur terus, hehe

Info yang sangat bermanfaat dan ruarrrr biasaa

Info sangat menarik, barangkali ingin mencoba benih-benih baru,,,, cekidot ke: benihbagus.com

Bagus sekali artikelnya gan, ijin copas ya

makasih ilmunya kang... manfaat banget....
eh kang.. waktu aku repoting tabulampot, didalam media terdapat beberapa cacing kira2 diameter 3-4mm.. itu artinya medianya gmna kang?? bagus gak ya???

trima kasih bro atas infonya sukses slalu

Seandainya bpk jd guru SMA pasti setelah tamat anak2 muridnya banyak yg
mengambil jurusan ilmu pertanian......( menerangkan secara detail)

mantabs....bermanfaat utk bisnis rental tanaman hias saya.

silahkan kunjungi utk kerjasama http://rentaltanamanhiascikarang.blogspot.com/

Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Bola | Agen Ibcbet | Prediksi Bola

BolaKasino.com merupakan Agen Judi Terbaik 2015
Dan Untuk Kenyamanan Para Member Yang Ingin Bergabung Dengan Kami
Kami Memberikan Bonus Sebagai Berikut

> Deposit Member Baru Sportsbook 20% - 30%
> Rollingan Terbesar Sportsbook 1,25% - 1,35%
> Bonus Casino Member Baru 10%
> Rollingan Terbesar Casino 1%
> CashBack 5 - 10% (Sportsbook & Casino)
> Poker Komisi 2% (Sudah Masuk Dalam ID)
> Tangkasnet99 Bonus 30%

Pilih Agen Judi BolaKasino.com sekarang juga.Dan Agen Kami Siap Melayani Anda 24Jam Nonstop Dan Menjadi Agen Terpercaya

GUDANG303 AGEN BOLA ONLINE MASTER BETTING TERPERCAYA

AGEN SBOBET
AGEN BOLA ONLINE
BOLA ONLINE
AGEN BOLA
AGEN JUDI
BOLA ONLINE
REGISTER GUDANG 303
DEPOSIT GUDANG303
WITHDRAW GUDANG303
PERATURAN GUDANG 303
BONUS GUDANG303
LIVESCORE GUDANG 303
PREDIKSI GUDANG 303
LINK ALTERNATIF
http://bonusgudang303.blogspot.com
http://167.114.137.238/~g303net/

Prediksi Bola terbaru

http://198.50.133.243/prediksi-everton-fc-vs-manchester-united-fc-17-oktober-2015
http://198.50.133.243/prediksi-new-england-vs-montreal-impact-18-oktober-2015
http://198.50.133.243/prediksi-ac-milan-vs-juventus-19-oktober-2015
http://198.50.133.243/prediksi-swansea-city-afc-vs-stoke-city-fc-20-oktober-2015

Agen Sbobet
Agen Bola
Agen Judi
Bandar Judi
Agen Bola Bonus
Bandar Asia77
Agen Poker
Agen Asia8
Agen 1sCasino
Agen Casino
Agen Bola IBCBET
Agen Bola Sbobet
Prediksi Bola

http://988bet.com/
http://988bet.com/peraturan/
http://988bet.com/bonus/
http://988bet.com/category/prediksi-bola/
http://988bet.com/category/panduan-bermain/
http://988bet.com/sbobet/
http://988bet.com/ibcbet/
http://988bet.com/1scasino/
http://988bet.com/338a/
http://988bet.com/asiapoker77/
http://988bet.com/prediksi-skor-southampton-vs-aston-villa-29-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-sampdoria-vs-empoli-tanggal-30-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-manchester-united-vs-middlesbrough-29-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-galatasaray-vs-eskisehirspor-30-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-feyenoord-vs-ajax-tanggal-29-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-wolfsburg-vs-psv-tanggal-22-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-fulham-vs-leeds-united-tanggal-22-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-psg-vs-real-madrid-tanggal-22-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-manchester-city-vs-sevilla-22-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-juventus-vs-borussia-mgladbach-22-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-bola-galatasaray-vs-benfica-22-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-cska-moskwa-vs-manchester-united-fc-22-oktober-2015/
http://988bet.com/prediksi-skor-atletico-madrid-vs-astana-22-oktober-2015/

Selamat pagi pak,
salam kenal, saya baru bergabung diblog yg sangat menarik ini, karena saya ingin belajar lebih banyak tentang menanam pohon buah2an........
Saya baru menanam pohon Jambu biji dipot, sdh 2 bulan tdk ada masalah....sdh beberapa kali muncul bakal bunga tapi selalu rontok lagi ..yg ini saya sdh membaca artikel bapak untuk mengatasinya...........hanya seminggu terakhir ini ada 1 batang nya yg mengering, termasuk bakal bunga yg muncul juga , sementara batang yg lain tdk masalah....mohon pencerahannya ..bgmn mengatasinya.........terima kasih atas bantuannya

Bagus sekali cara menerangkannya......
gampang dicerna dan sangat bermanfaat.
Harapan saya / kami ,Kalau bisa banyaklah narasumber yang menjelaskan sesuatu sesuai disiplin ilmunya seperti saudara kita ini. Thx.....

Siiiipppppp. Terima kasih.

Uraian yg tepat, jitu dan efisien. Kalau tanam di lapangan komposisinya sama? Kalau tak ada sekam bagaimana?
Trims

Agar tambah ramai setiap satu pertanyaan dibalas satu jawaban , pembaca dan penanya rasa puas

bagus sekali ilmu nya, sekarang sya lg mencoba tabulampot, dan saya praktekan , semoga sukses dan berhasil, tks

PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

menyediakan TR-04 untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

Mangtap sekali penjelasannya, jadi mengerti banyak hal tentang metan. Thanks gan dan terus menulis artikel lainnya yang bermanfaat...

Terimakasih telah memberi pencerahan yg sangat bagus

Terimakasih telah memberi pencerahan yg sangat bagus

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More